Indonesia Mulai Pembangunan Pusat Data Nasional Pertama Bulan Depan

Indonesia akan memulai pembangunan pusat data nasional pertama di Bekasi, Jawa Barat. Awal bulan depan, kata Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate, Rabu.

Pusat data tersebut akan menjadi yang pertama dari empat pusat data. Yang dirancang untuk menyimpan data dan catatan publik pemerintah pusat dan daerah. Ini akan mendukung inisiatif Presiden Joko “Jokowi” Widodo untuk mendigitalkan semua layanan publik. Dan menyediakan catatan untuk perencanaan dan kebijakan yang lebih baik.

Indonesia Pembangunan

slot7774d

“Kami sedang mempersiapkan peletakan dasar pembangunan data center permanen pemerintah. Mudah-mudahan awal November 2022 sudah bisa dilakukan,” kata Johnny usai acara launching data center milik MettaDS di Jakarta.

“Kami sedang membangun pusat data, yang nantinya akan mengkonsolidasikan semua data [pemerintah] di pusat data tersebut,” katanya.

See also  Glory Casino Online Found In Banglades

Ia mengatakan saat ini pemerintah mengoperasikan lebih dari 2.700 fasilitas penyimpanan data atau server lintas kementerian/lembaga dan pemerintah daerah, seringkali dengan sistem atau standar yang berbeda. Itu membuat interoperabilitas antar lembaga sulit untuk diterapkan dan menghalangi mereka untuk menggunakan data dari kementerian lain.

Indonesia Mulai Pembangunan Pusat Data

“Setelah dibangun, kami berharap tidak ada lagi server di setiap kementerian atau lembaga dan tidak ada lagi server di daerah. Semuanya akan ditempatkan di pusat. Sedangkan penjaga data atau yang memiliki akses data adalah masing-masing. kementerian atau lembaga,” kata Menkeu.

Selain Bekasi, pemerintah telah memutuskan untuk membangun tiga pusat data lainnya di Batam di Kepulauan Riau, ibu kota baru Nusantara di Kalimantan Timur, dan Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur.

See also  Militer AS menemukan UFO satu demi satu, merekam lebih dari 100 fenomena udara tak dikenal

Johnny mengatakan bahwa semua pusat data akan diberi peringkat pada kategori pusat data tier 4, kualifikasi tertinggi untuk pusat data mana pun dalam hal keandalannya. Pusat data tier 4 memiliki redundansi untuk setiap komponen, dengan perkiraan waktu aktif 99,995 persen per tahun.

dia berkata ketika ini negeri melayani lebih dari 2.700 sarana penyimpanan data ataupun server departemen/jawatan serta negeri kawasan, kerapkali dengan sistem ataupun standar yang berselisih. Itu menciptakan interoperabilitas temani lembaga sukar guna digunakan serta halangi mereka guna memanfaatkan data dari kementerian lain.

You May Also Like

About the Author: Admin